Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Seorang guru di Selandia Baru telah dicoret dari daftar staf pengajar setelah gambarnya muncul di majalah Penthouse Australia dalam kondisi bugil di atas meja tulis sekolah.

Rachel Whitwell, dari Auckland, menciptakan kehebohan ketika ia berpose buat majalah porno Australia dalam "bermacam posisi tanpa pakaian, termasuk bugil".

[imagetag]

[imagetag]

Di teks yang menyertai serangkaian gambar seksi itu, guru yang berusia 29 tahun tersebut berkata, "Aku patuh di kamar tidur sebab selama siang hari aku harus pegang kendali di ruang kelas."

"Aku telah menulis cerita erotis buat majalah dewasa dan mengelola studio tari milikku sendiri," demikian tulisan di bawah gambar "saru" Rachel Whitwell, tanpa busana di bak air hangat.

[imagetag]

Rachel Whitwell membela perbuatannya dengan mengatakan, "Aku cuma berpose untuk pembuatan beberapa gambar dalam peranku sebagai model, bukan guru."

"Sekalipun aku mengajar, aku tak percaya bahwa (dewan guru) tak berhak memaksakan pendapat moral jaman Victoria atas hidupku di luar ruang kelas," katanya.

[imagetag]

Ia menyalahkan Penthouse Australia karena mengungkit-ungkit pekerjaannya sebagai guru dan mengatakan redakturnya telah menggunakan "lisensi pengeditan" dengan kutipan itu.

"Aku menerima banyak kesepakatan model, ini salah satunya. Aku bukan redaktur majalah itu, bukan aku yang memutuskan isinya," kata Rachel Whitwell kepada Radio New Zealand, Selasa (3/5).

Tapi dewan guru tak sependapat, dan menyatakan Rachel telah mencoreng profesinya dan mencoret dia.

Rachel Whitwell, yang kehilangan pekerjaannya sebagai guru sekolah dasar di Auckland tak lama setelah gambarnya terbit, mengatakan ia bekerja "dengan senang hati" sebagai model belakangan ini. Ia berencana melawan keputusan tersebut agar ia bisa kembali ke ruang kelas.

Sumber

#bcfda5

Minggu, 22 Desember 2013

SEGERA: Guru Besar SK Pristina Terima Ugutan Bunuh Dari NGO!

KUALA LUMPUR – Guru Besar Sekolah Kebangsaan Seri Pristana, Saujana Utama, Sungai Buloh, hari ini, membuat laporan polis selepas menerima ugutan bunuh berikutan isu penggunaan bilik persalinan sebagai tempat makan di sekolah itu untuk pelajar bukan Islam, dua hari lalu.
Mohd Nasir Mohd Noor, 57, berkata laporan polis itu dibuat bagi melindungi dirinya yang menerima ugutan bunuh dan cacian daripada beberapa pihak termasuk melalui akaun Facebooknya.
“Dua hari lepas, setelah gambar itu tersebar, saya menerima panggilan talefon kira-kira 10 pagi dari seorang lelaki yang mendakwa dia dari Badan Bukan Kerajaan (NGO).
“Selain memaki hamun saya dan menghamburkan kata-kata kesat, dia juga mengeluarkan perkataan ‘If I meet you, i will kill you’ (Jika saya jumpa awak, saya akan bunuh awak),” katanya kepada pemberita selepas membuat laporan itu dengan ditemani enam anggota Badan Kebajikan Guru sekolah itu di pondok Polis Saujana Utama dekat sini.
Sebelum ini, akhbar melaporkan bilik persalinan di sekolah itu digunakan sebagai kantin sementara bagi 28 pelajar bukan Islam sepanjang Ramadan ini.
Timbalan Menteri Pendidikan, P. Kamalanathan yang mengadakan lawatan ke sekolah itu semalam berkata isu lokasi kantin sementara yang didakwa kurang sesuai di sekolah itu, tiada kena mengena dengan isu agama dan bangsa.
Mengulas isu itu, Mohd Nasir berkata beliau kesal dengan usaha yang mahu menjatuhkan nama baiknya dan sekolah itu, yang baru dibuka tiga tahun lepas itu.
“Sebelum ini, memang tidak ada aduan daripada ibu bapa mengenai isu bilik persalinan ini kerana mereka faham masalah kantin di sekolah ini yang dalam proses ubah suai bagi menampung kira-kira 600 pelajar sedangkan sekolah ini mempunyai 1,300 pelajar,” katanya.
Ekoran isu itu, beliau kini bercuti selepas diarahkan berehat untuk sementara waktu bagi meredakan keadaan.
Sementara itu, Ketua Polis Daerah Sungai Buloh, Superintendan Junaidi Bujang mengesahkan menerima laporan daripada Mohd Nasir berhubung tohmahan terhadap dirinya berhubung isu itu.
Di PETALING JAYA, Pemangku Ketua Polis Selangor, Datuk A. Thaiveegan berkata polis akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Jabatan Pelajaran Negeri Selangor dalam menyelesaikan isu itu.
Beliau berkata walaupun isu itu bukan di bawah bidang kuasa polis, namun ia sedia membantu dalam menyelesaikannya.
Beliau berkata demikian selepas menyerahkan surat penghargaan kepada 54 anggota dan pegawai polis di Ibu Pejabat Polis Daerah Subang atas kejayaan menyelesaikan beberapa kes jenayah di sekitar negeri itu.
Pada majlis sama, Thaiveegan mengagihkan sebanyak 268 sarung siku kepada anggota polis yang bertugas di bahagian Unit Rondaan Bermotosikal (URB) bagi mengelakkan kecederaan ketika bertugas. – BERNAMA

Selasa, 03 Desember 2013

Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi uang palsu agar masyarakat terhindar dari tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Demikian dikatakan Manajer Operasional Kas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut), Teguh Dwi Prasetya belum lama ini.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka lebih mengetahui ciri uang palsu," katanya, Minggu (21/7/2013).



Prasetya menambahkan, selain melalui perbankan saat ini sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan tenaga pengajar, dalam hal ini adalah para guru, karena peran guru sangat penting untuk memberikan penjelasan kepada anak sekolah mengenai uang palsu, sehingga sejak kecil masyarakat sudah bisa membedakan antara uang palsu dan uang asli. 

"Ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran uang palsu di daerah," katanya.
Selain itu, dengan dilakukannya sosialisasi melalui guru diharapkan mampu menjangkau hingga pelosok daerah dalam melakukan penerangan kepada masyarakat mengenai uang palsu tersebut. Sebab di pelosok daerah tidak tertutup kemungkinan ada peredaran uang palsu.

Cara membedakan uang asli dan palsu paling efektif saat ini dengan 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat terhindar dari uang palsu.
Sampai dengan saat ini jumlah uang palsu yang beredar di Sulut masih kecil dibandingkan dengan daerah lain.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!